Rajawali Kompas

Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2569/2025 Semarak di Candi Manggala Banyuwangi

[Foto : Peringatan Tipitakq Chanting Dan Asalha Mahapuja Tahun Buddhis]
Rajawali Kompas, Banyuwangi  || - Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati area Candi Manggala, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, dalam peringatan Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja Tahun Buddhis 2569/2025 yang digelar pada 1–4 Agustus 2025.

Kegiatan spiritual tahunan yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhis Theravada Kabupaten Banyuwangi ini merupakan kali kedua, dan menjadi momen sakral sekaligus ajang silaturahmi antarumat lintas wilayah dan negara. Selain umat Buddha, hadir pula perwakilan dari Forkopimda Banyuwangi, Forkopimcam Gambiran, Polresta Banyuwangi, TNI AL, Polsek dan Koramil Gambiran, serta tokoh agama, lembaga sosial, dan warga sekitar candi. Acara ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Cempaka Putih Nusantara dan DPC Gajah Purwo Nusantara Banyuwangi.

Menurut salah satu panitia, Romo Agus, acara dimulai sejak 1 Agustus 2025 dengan pembacaan Kitab Suci Tipitaka, dilanjutkan dengan kegiatan sosial seperti pengobatan alternatif serta perayaan Hari Suci Asalha yang memiliki makna penting dalam ajaran Buddha sebagai momen disampaikannya khotbah pertama Sang Buddha.

Puncak acara berlangsung pada Senin, 4 Agustus 2025, dengan pelaksanaan kirab suci mengelilingi area Candi Manggala yang diikuti hampir 100 peserta. Kirab ini menjadi magnet spiritual yang mengundang antusiasme luar biasa dari peserta luar daerah seperti Bali, Surabaya, Madiun, Nganjuk, Kediri, Bondowoso, Tulungagung, Jakarta, Palembang, bahkan dari Thailand, Malaysia, dan Ukraina. Malam harinya, acara ditutup dengan pagelaran budaya tradisional "Janger Laksono Wahyu Penthul Budoyo", yang menambah kekhidmatan sekaligus kemeriahan suasana.

Ketua DPC Gajah Purwo Nusantara Banyuwangi, Gus Dion, menegaskan bahwa keikutsertaan organisasinya dalam kegiatan ini adalah bentuk nyata dari semangat persaudaraan lintas iman.

“Kami siapkan makanan, minuman, dan kopi gratis bagi seluruh peserta. Ini bagian dari misi kami untuk memperkuat sinergitas antarumat beragama dan menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gajah Purwo hadir untuk memberi manfaat dan mempersatukan,” ujarnya.

Panitia dan seluruh keluarga besar Keluarga Buddhis Theravada mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak termasuk sponsor, yayasan, lembaga sosial, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar Candi Manggala yang telah membantu menyukseskan acara ini.

Mereka berharap, kegiatan spiritual dan budaya seperti ini bisa terus dilestarikan dan dikembangkan secara lebih baik pada tahun-tahun mendatang, sebagai bentuk penguatan spiritualitas, budaya, serta toleransi antarumat beragama di Indonesia.

(Pan)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama