Rajawali Kompas

RRI Malang Dorong Gerakan Preventif Kesehatan Lewat Program “Sadar Sehat & Solusi Sehat”


Malang | Rajawalikompas.com  — Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif sekaligus mengangkat potensi tanaman herbal nusantara memasuki babak baru di Malang Raya. Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Malang bersama sejumlah tokoh dan elemen lintas sektor menggagas program edukasi kesehatan “Sadar Sehat & Solusi Sehat”, yang akan dikemas secara rutin melalui siaran radio dan aksi sosial berbasis komunitas.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Rumah Bundo Ola. Pertemuan itu mempertemukan sejumlah pihak yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat, mulai dari dunia penyiaran, akademisi dan praktisi herbal, hingga organisasi sosial kemasyarakatan.

Kolaborasi tersebut melibatkan Muchsin selaku pelaksana kegiatan (EO), perwakilan strategis RRI Malang, Prof. Joko Wahyudi, Pakar Herbalis Nasional sekaligus pendiri Atthine Institut, Sangheyang Hamim, Ketua Yayasan Punjer Agung Nusantara Damai Wibawa (PANDAWA) Biro CSR, serta Misran yang menangani bidang umum dan operasional.

Program “Sadar Sehat & Solusi Sehat” dirancang tidak berhenti pada edukasi melalui udara, tetapi diarahkan menjadi gerakan yang memiliki dampak nyata di tengah masyarakat.

Dalam skema pertama, program akan hadir melalui agenda mingguan berupa live talkshow interaktif di RRI Malang. Format tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi publik yang mudah diakses masyarakat, khususnya mengenai pentingnya pencegahan penyakit dan penerapan pola hidup sehat.

Materi siaran akan membahas berbagai persoalan kesehatan yang berkembang di masyarakat, termasuk upaya mengenali risiko penyakit sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan kekayaan herbal Indonesia secara tepat, aman, serta berdasarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kehadiran Prof. Joko Wahyudi diharapkan memperkuat aspek edukatif program, terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi herbal nusantara sekaligus batasan penggunaannya.

Selain memperoleh informasi, masyarakat juga akan diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung melalui sesi konsultasi dan dialog selama program berlangsung.

Skema kedua diwujudkan melalui agenda bulanan berbasis aksi sosial di ruang publik. Program ini diarahkan untuk membawa pesan kesehatan keluar dari studio radio dan hadir langsung di tengah masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang dipersiapkan antara lain senam kebugaran, posko pemeriksaan kesehatan gratis, serta bazaar produk herbal nusantara. Pelaksanaan kegiatan sosial tersebut akan mendapat dukungan dari Biro CSR Yayasan PANDAWA, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan beriringan dengan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda program “Sadar Sehat & Solusi Sehat”. Informasi kesehatan tidak hanya disampaikan secara satu arah, tetapi diupayakan menjadi gerakan bersama yang menghubungkan edukasi, konsultasi, pemeriksaan dasar, serta pengenalan potensi kesehatan berbasis sumber daya lokal.

Keterlibatan berbagai unsur dalam program ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat.

Yayasan PANDAWA melalui Biro CSR, di bawah kepemimpinan Sangheyang Hamim, diposisikan sebagai salah satu unsur penguat agar gerakan tersebut memiliki dimensi sosial yang nyata. Sementara RRI Malang diharapkan menjadi kanal komunikasi publik yang mampu menjangkau masyarakat secara luas dan berkelanjutan.

Pertemuan di Rumah Bundo Ola ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menyelesaikan rancangan teknis pelaksanaan sebelum program resmi mengudara dan menyapa masyarakat Malang Raya.

Lebih dari sekadar program siaran, “Sadar Sehat & Solusi Sehat” diharapkan berkembang menjadi gerakan edukasi kesehatan yang berkelanjutan mendorong masyarakat untuk lebih sadar terhadap pencegahan penyakit, memahami pilihan hidup sehat, serta mengenal potensi kekayaan herbal nusantara secara bijak dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kesehatan masyarakat bukan semata persoalan pengobatan ketika sakit, melainkan juga tentang membangun kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian sejak dini. Dari Malang Raya, gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.


(RK/Red)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama