Rajawali Kompas

GRIB JAYA PAC Purwojati Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Kaliwangi


Banyumas
 | Rajawalikompas.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kemarau panjang ditunjukkan oleh organisasi masyarakat (ormas) GRIB JAYA Pimpinan Anak Cabang (PAC) Purwojati, Kabupaten Banyumas. Melalui aksi bakti sosial, mereka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, Sabtu (17/10/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai respons atas kesulitan warga mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah setempat. Kondisi tanah yang semakin kering membuat sejumlah sumur warga kehilangan sumber air, sementara pompa air tidak lagi berfungsi akibat terbatasnya ketersediaan air.

Dalam kegiatan tersebut, GRIB JAYA PAC Purwojati bersama para anggota ranting setempat mendistribusikan air bersih dengan total volume hampir 10.000 liter hingga sore hari. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan air minum.

Ketua GRIB JAYA PAC Purwojati, Joko, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat dampak kemarau panjang.

Menurutnya, kehadiran relawan di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk memberikan bantuan, melainkan juga sebagai wujud solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.

“Kami hanya sebagai hamba Allah yang diutus untuk menyampaikan kebaikan dengan peduli terhadap sesama. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan kami selalu bisa bersinergi untuk terus berbagi kebaikan,” ujar Joko.

Salah seorang warga penerima manfaat, Samsudin (45), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan. Ia menyebut, kondisi kekeringan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari karena banyak sumur mengering dan pompa air tidak dapat digunakan.

“Kami sangat bersyukur masih ada pihak yang peduli terhadap kondisi warga. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga para relawan diberikan keberkahan dan rezeki yang melimpah,” ungkap Samsudin.

Di tengah upaya relawan membantu masyarakat, perhatian pemerintah daerah juga diharapkan semakin intensif. Penanganan dampak kemarau panjang dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara merata, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Banyumas melalui instansi terkait dapat mengambil langkah konkret, seperti pendistribusian air bersih secara berkala serta upaya penanganan kekeringan yang sesuai dengan kondisi wilayah terdampak.

Sebab, persoalan kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengancam sektor pertanian. Sejumlah sungai, sumur, dan saluran irigasi yang mengering membuat petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi lahan mereka.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian apabila kemarau terus berlangsung tanpa penanganan yang memadai.

Aksi sosial GRIB JAYA PAC Purwojati menjadi gambaran pentingnya kepedulian bersama dalam menghadapi bencana kekeringan. Namun, kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan pemerintah tetap dibutuhkan agar penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat semata.

Warga pun berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali pulih, tanah yang mengering kembali menghijau, dan para petani dapat menjalankan aktivitas pertanian tanpa terus dibayangi kesulitan air.

Di tengah kondisi yang serba terbatas, bantuan air bersih bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjadi wujud nyata solidaritas dan harapan bagi masyarakat yang tengah bertahan menghadapi kemarau panjang.

(Gandul RK)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama