Jakarta | Rajawalikompas.com – Langkah nyata untuk mendorong kemandirian dan daya saing ekonomi kerakyatan terus digelorakan. Dalam sebuah ruang dialog hangat pada program Podcast Indonesia Produktif , Ketua Umum DPP Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed., memberikan dorongan transformasi digital bagi para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) di seluruh penjuru Tanah Air.
Dipandu secara interaktif oleh Rivai dari Direktorat Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, diskusi yang berlangsung di Jakarta Timur pada Kamis (15/10/2026) ini menguraikan berbagai tantangan sekaligus peluang bagi sektor informal dalam menghadapi era serba cepat. Dari hulu: petani, nelayan, home industry hingga pedagang kecil di negeri ini.
Turut hadir langsung mendampingi di studio podcast, Ketua Bidang Media Sosial dan Konten Digital DPP APKLI Merah Putih, Aan Dwi Puantoro, bersama Yanti dari Departemen Media Sosial. Kehadiran jajaran tim media ini menegaskan keseriusan APKLI Merah Putih dalam merancang strategi serta ekosistem konten digital yang konkret bagi para pelaku UKM PKL Indonesia.
Dalam pemaparannya, dr. Ali Mahsun ATMO menegaskan bahwa APKLI Merah Putih sangat fokus dan yakin mampu mendampingi UKM PKL agar tidak tertinggal oleh arus modernisasi. Mampu maju, berkembang, unggul, dan naik kelas. Lebih dari itu, menjadi determinator Indonesia sukses menjemput puncak bonus demografi 2030 dan jadi negara maju 2045.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekedar pilihan, melainkan sebuah strategi kebutuhan agar UKM PKL mampu bertahan, meningkatkan efisiensi, dan memperluas jangkauan pasar.
“Digitalisasi adalah kunci pembuka pintu kesejahteraan yang lebih luas bagi UKM PKL di tanah air. Kita ingin memastikan ekonomi rakyat kecil tidak hanya mampu bertahan, tetapi memiliki daya saing tinggi di pasar digital,” ungkap sosok dokter ahli kekebalan tubuh sudah 15 tahun sejak 2011 bergiat memperjuangkan hak-hak ekonomi rakyat kecil ini.
Kolaborasi antara APKLI Merah Putih dan Kemnaker RI melalui ruang wicara ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi para pelaku usaha kecil. Sinergi ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup para pekerja sektor informal di Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera. Karena sektor UMKM di negeri ini ciptakan 97% atau 117 juta lapangan kerja
Melalui perpaduan kepemimpinan yang visioner dan eksekusi digital yang adaptif, transformasi ini bukan sekedar tentang mengadopsi teknologi, melainkan meleverage pencitraan martabat dan mewakili asa ekonomi rakyat agar terus bertumbuh, berdaya, dan berdaulat di tanah airnya sendiri, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU 2000-2005.
(Hamim RK)
dibaca

