Rajawali Kompas

Mahasiswa UINSA Tolak Kehadiran Aparat di Kampus, Desak Rektor Akhmad Muzakki Mundur


Surabaya | Rajawalikompas.com — Gelombang aksi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berlanjut pada Kamis (17/9/2026). Ratusan mahasiswa kembali mendatangi kawasan Gedung Rektorat untuk menyampaikan penolakan terhadap kepemimpinan Rektor UINSA, Prof. Akhmad Muzakki, sekaligus menuntut adanya ruang dialog langsung dengan pimpinan kampus.

Aksi tersebut menjadi sorotan setelah massa meminta sejumlah personel kepolisian dan TNI yang berada di lingkungan kampus meninggalkan area demonstrasi. Mahasiswa memandang lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang akademik dan sipil yang semestinya memberikan keleluasaan bagi penyampaian aspirasi.

Seruan agar aparat meninggalkan area kampus disampaikan secara terbuka di tengah berlangsungnya aksi. Penolakan tersebut bukan semata berkaitan dengan keberadaan personel keamanan, tetapi juga menyentuh persoalan yang lebih luas mengenai batas antara pengamanan kegiatan demonstrasi dan ruang kebebasan akademik.

Di sisi lain, pihak UINSA menjelaskan bahwa kehadiran aparat ditujukan untuk menjaga keamanan dan memastikan aksi berlangsung tertib serta kondusif. Kampus juga menyatakan tetap memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi selama aksi berlangsung secara tertib.

Demonstrasi Kamis merupakan kelanjutan dari aksi mahasiswa pada Rabu (16/9). Sehari sebelumnya, massa bahkan sempat memasuki dan menduduki Gedung Rektorat setelah meminta Rektor Akhmad Muzakki menemui mereka secara langsung. Aksi tersebut kemudian berlanjut dengan orasi dan pembakaran sejumlah benda sebagai simbol protes.

Pada aksi lanjutan, tuntutan utama mahasiswa masih berkisar pada penolakan terhadap Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA untuk periode 2026–2030. Muzakki sebelumnya dilantik oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 15 September 2026.

Mahasiswa meminta Muzakki mengundurkan diri atau dicopot dari jabatan tersebut. Selain isu kepemimpinan, sejumlah persoalan tata kelola kampus juga menjadi bagian dari tuntutan mahasiswa, antara lain transparansi, pengelolaan fasilitas dan anggaran, kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta sejumlah kebijakan internal kampus.

Tuntutan mahasiswa tidak berhenti pada substansi kebijakan. Mereka juga mempersoalkan belum terjadinya dialog langsung dengan Rektor Akhmad Muzakki.

Pada aksi 16 September, proses mediasi antara mahasiswa dan pihak kampus belum menghasilkan titik temu. Mahasiswa masih meminta penjelasan langsung dari Muzakki mengenai berbagai persoalan yang mereka persoalkan selama masa kepemimpinannya.

Kondisi tersebut membuat demonstrasi kembali digelar sehari kemudian. Massa mempertahankan tuntutan yang sama hingga mendapatkan ruang komunikasi dengan pimpinan universitas.

Kehadiran aparat keamanan di lingkungan kampus kemudian menjadi salah satu dinamika paling menonjol dalam aksi 17 September. Di satu sisi, pihak universitas menempatkan pengamanan sebagai upaya menjaga ketertiban selama demonstrasi. Di sisi lain, mahasiswa memandang pengerahan aparat ke ruang akademik sebagai sesuatu yang berpotensi membatasi kebebasan mereka dalam menyampaikan aspirasi.

Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar: bagaimana sebuah perguruan tinggi menjaga keamanan sekaligus mempertahankan kampus sebagai ruang dialog, kebebasan akademik, dan penyampaian pendapat.

Hingga Kamis siang, suasana di lingkungan UINSA dilaporkan kembali relatif kondusif setelah sebelumnya terjadi pembakaran sejumlah benda di sekitar lokasi aksi. Namun, tuntutan mahasiswa untuk memperoleh jawaban langsung dari pimpinan kampus belum sepenuhnya menemukan penyelesaian.

Gelombang demonstrasi di UINSA dengan demikian tidak hanya menjadi persoalan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ujian bagi mekanisme dialog antara mahasiswa dan pengelola perguruan tinggi. Penyelesaian yang terbuka dan terukur menjadi penting agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih luas di lingkungan akademik.

(Khan RK)


Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama