Gresik | Rajawalikompas.com – Perkembangan teknologi digital membuka ruang luas bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, kemajuan teknologi tanpa dibarengi karakter dan kecakapan dalam menggunakannya justru dapat menjadi tantangan tersendiri.
Pesan itulah yang disampaikan Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, saat menghadiri Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang Tahun 2026.
Mengusung tema “Pramuka Digital, Generasi Emas”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda perkemahan dan pertemuan antaranggota Pramuka. Jambore dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan karakter yang mempertemukan nilai-nilai kepramukaan dengan tuntutan generasi muda di era digital.
Wabup Alif menilai tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, bukan sekadar menjadi ruang hiburan atau konsumsi informasi tanpa batas.
“Di tengah perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, generasi muda memiliki peluang besar untuk belajar, berkarya, dan berkembang. Namun, teknologi juga harus digunakan secara bijak agar tidak membawa dampak negatif,” ujar Alif..Jumat (28/06/2026)
Ia menegaskan, kecakapan digital idealnya berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Karena itu, Pramuka dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama.
Menurut Alif, generasi muda yang dibutuhkan bukan hanya mereka yang mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan memilah informasi, menjaga etika, serta menggunakan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Pramuka tidak hanya menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” katanya.
Lebih jauh, Jambore Ranting Balongpanggang diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Interaksi selama kegiatan, kerja sama dalam kelompok, hingga berbagai aktivitas di alam terbuka menjadi bagian dari proses membangun karakter.
Alif menilai nilai-nilai seperti gotong royong, persatuan, kepemimpinan dan kemandirian tetap relevan, bahkan semakin penting di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.
“Jambore ini bukan sekadar kegiatan berkemah dan berkumpulnya anggota Pramuka. Ini adalah ruang untuk belajar, membangun persaudaraan, mengembangkan kreativitas, melatih kemandirian, dan membentuk karakter generasi muda,” tuturnya.
Tidak hanya soal penguatan kapasitas individu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian peserta terhadap lingkungan. Menurut Alif, aktivitas kepramukaan di ruang terbuka seharusnya sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran ekologis sejak usia muda.
Ia mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan lokasi kegiatan, mengurangi sampah, serta memahami bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita jaga kebersihan, kurangi sampah, dan tanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Alif juga menyampaikan penghargaan kepada panitia dan para pembina yang telah mempersiapkan pelaksanaan Jambore Ranting Balongpanggang 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan memberikan pengalaman yang dapat dibawa peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada para peserta, Alif berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung sportivitas. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati sesama peserta serta menjaga nama baik sekolah, gugus depan, keluarga, dan Kecamatan Balongpanggang.
“Yang tidak kalah penting, jaga kesehatan dan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Nikmati setiap prosesnya, belajar dari setiap pengalaman, dan jadikan Jambore ini sebagai kenangan indah sekaligus bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Pada akhirnya, Jambore Ranting Balongpanggang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari investasi pembentukan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan pijakan pada nilai, etika, dan kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan Jambore ini bukan hanya sebagai kegiatan Pramuka, tetapi sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, berakhlak mulia, cinta lingkungan, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Semangat “Satu Pramuka, Satu Indonesia, Satu Dunia” pun menjadi pesan penutup dalam Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang 2026, dengan harapan lahir generasi muda yang tidak hanya cakap menghadapi perubahan, tetapi juga siap mengambil peran dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
(Dwi RK)
dibaca

