![]() |
| [Foto : Kun Nurachadijat staf presiden RI Prabowo Subianto nomor 3 dari Kiri, Sinuhun Djakaria Samaun Karta negara nomor 4 dari kiri] |
Kehadiran tokoh asal Bogor ini menyusul informasi yang disampaikan sebelumnya oleh Rachmat, selaku penyambung lidah Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara. Pertemuan tersebut ternyata sungguh memukau Dr. Kun Nurachadijat, terutama ketika berhadapan langsung dengan sosok yang dihormati sebagai "Bapak Lintas Zaman".
Turut hadir menyaksikan pertemuan bersejarah ini antara lain Sangheyang Hamim (Presiden Repoeblik Ngopi sekaligus Duta Wisata Internasional Kawasan Gunung Arjuna – yang diyakini sebagai induk peradaban dunia), Yusuf, serta sejumlah insan media.
Di tengah suasana kekeluargaan, Sinuhun Djakaria Samaun Karta Negara tampil luar biasa. Di usianya yang tak lagi muda, beliau terlihat tetap sehat, tegar, dan bugar. Bahkan, beliau sempat memperagakan beberapa kali gerakan silat khas Nusantara yang penuh keanggunan dan ketegasan.
Usai beramah tamah dan berbincang mendalam, Dr. Kun Nurachadijat , SE., M.B.Amenyampaikan kesannya dengan tegas:
"Kami sungguh takjub melihat jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan yang masih membara di dada Eyang Sinuhun Djakaria Samaun. Segera setelah ini, kami akan bergerak cepat untuk menyelenggarakan Deklarasi Kebangsaan dengan tema besar: Merajut Nusantara."
Deklarasi Kebangsaan Merajut Nusantara nantinya akan menjadi wadah pertemuan yang menyatukan berbagai elemen bangsa. Acara ini akan menampilkan bukti nyata kerukunan hidup di Nusantara, yang terbingkai indah di dalam keberagaman budaya yang kita miliki.
Diharapkan acara ini akan dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, para pemangku dan tokoh adat, serta seluruh komponen bangsa. Semuanya akan berdiri kokoh bersama demi menjaga martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga akan berjalan di bawah naungan jajaran kementerian, khususnya Kementerian Kebudayaan. Tujuannya tak lain adalah merawat warisan luhur leluhur, terus menyalakan jati diri bangsa, dan melangkah beriringan memeluk tradisi di tengah derasnya arus zaman.
Langkah ini diambil demi mewujudkan cita-cita Indonesia maju yang kokoh berdiri di atas akar peradaban dan persatuan yang tak tergoyahkan.
(Hamim RK)
dibaca

