![]() |
| [Foto : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani] |
Untuk memastikan seluruh kuota terisi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 15 Juli 2026, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) guna membantu menjaring calon peserta didik dari keluarga prasejahtera yang memenuhi persyaratan.
Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan total 270 kursi, yang masing-masing terdiri atas 90 kursi untuk jenjang SD, 90 kursi SMP, dan 90 kursi SMA. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak yang berhak memperoleh layanan pendidikan justru tertinggal dalam proses penerimaan.
"Kami ingin memastikan seluruh anak yang memenuhi kriteria memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Jangan sampai ada yang layak menerima manfaat tetapi tidak terdata," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Sosial Kabupaten Gresik telah membentuk tim verifikasi yang bertugas melakukan validasi data calon peserta didik agar proses penerimaan berlangsung objektif, transparan, dan tepat sasaran.
Menurut Bupati, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis yang diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi keluarga kurang mampu.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab Gresik juga telah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Sekolah tersebut nantinya akan menjadi pusat pendidikan terpadu yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.
Keberadaan sekolah permanen ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan LKSA, Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan mampu membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
(Dwi RK)
dibaca
