Pasuruan | Rajawalikompas.com – Di balik sejuknya lereng Gunung Ringgit, tersimpan sebuah warisan cita rasa yang telah lama menjadi bagian dari sejarah masyarakat Desa Dayurejo. Kopi Indrokilo, yang tumbuh subur di sepanjang Jalan Indrokilo, mulai dari Perempatan Jetak Pandaan hingga kawasan Pertapaan Indrokilo, kini kembali digagas untuk bangkit sebagai ikon unggulan desa sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Berada di Dusun Talungongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kawasan ini merupakan bagian dari lereng Gunung Ringgit yang termasuk dalam bentang alam Gunung Arjuna. Sejak dahulu, Kopi Indrokilo dikenal memiliki karakter rasa yang khas dan berbeda dibandingkan varietas kopi lain di kawasan pegunungan Arjuna.
Pada masanya, kopi ini bukan sekedar minuman, melainkan menjadi salah satu komoditas penting penopang ketahanan pangan masyarakat. Bersama jagung, singkong, dan berbagai umbi-umbian, Kopi Indrokilo menjadi sumber penghidupan warga sekaligus identitas pertanian lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Namun, seiring perkembangan zaman, popularitas Kopi Indrokilo perlahan memudar. Kondisi tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi lokal yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi yang besar.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dayurejo, Rasyid, menegaskan bahwa kebangkitan Kopi Indrokilo harus menjadi gerakan bersama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Dusun Talungongko.
"Kita harus menghidupkan kembali Kopi Indrokilo agar perekonomian Desa Dayurejo, khususnya Dusun Talungongko, mampu bersaing dengan daerah lain dalam pengembangan UMKM kopi. Jangan berkecil hati. Kita memiliki dua kekuatan besar, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berpusat di dusun ini serta Wisata Budaya Indrokilo yang telah dikenal luas. Sinergi antara penguatan ekonomi lokal dan daya tarik wisata budaya diyakini mampu mengangkat Kopi Indrokilo ke tingkat yang lebih luas," ujar Rasyid.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan destinasi Wisata Budaya Indrokilo merupakan modal strategis untuk memperkenalkan kembali Kopi Indrokilo sebagai produk unggulan daerah. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, serta pelaku UMKM, kopi legendaris tersebut diyakini mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas lokalnya.
Rasyid optimistis bahwa perpaduan antara kekayaan sejarah, legenda yang melekat pada kawasan Indrokilo, semangat gotong royong masyarakat, dan kualitas cita rasa yang autentik akan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan Kopi Indrokilo sebagai salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Pasuruan.
"Kopi Indrokilo bukan hanya tentang secangkir kopi, tetapi juga tentang menjaga warisan, membangun ekonomi masyarakat, dan memperkenalkan identitas budaya lokal kepada generasi mendatang," tegas Rasyid.
(Hamim RK)
dibaca
