![]() |
| [Foto : Padepokan milik Sangheyang Hamim di Sumberkelor Pandaan] |
Menurut Sangheyang Hamim, pendiri Padepokan Sumber Kelor, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tepat pukul 07.00 WIB atau yang sering disebut sebagai "Jam Pitu". Waktu pelaksanaan ini bukan tanpa alasan, melainkan memiliki makna filosofis yang sangat dalam dalam budaya Jawa.
"Tujuan utama dari ritual ini adalah agar setiap pelaku yang mengikutinya mendapatkan pitulung. Dalam sanepo atau kiasan Jawa, pitulung memiliki arti pertolongan, perlindungan, serta anugerah keberuntungan dari Yang Maha Kuasa. Angka tujuh pun dimaknai sebagai simbol kesempurnaan dan doa yang diharapkan sampai ke langit ketujuh," ungkap Sangheyang Hamim.Jum'at (01/05/2026)
Ritual ini bukan sekedar kegiatan makan biasa, melainkan momen syukur dan doa bersama. Para peserta diajak untuk menikmati hidangan ikan dengan penuh kesadaran dan ketenangan, sambil memanjatkan harapan agar segala kesulitan terangkat dan jalan rezeki serta kebahagiaan terbuka lebar.
Kini, Padepokan Sumber Kelor semakin dikenal luas berkat keunikan dan keistimewaan ritual ini. Banyak pengunjung yang mengaku merasakan ketenangan batin dan perubahan positif dalam hidup setelah mengikuti kegiatan tersebut. Apakah Anda tertarik untuk merasakan pengalaman istimewa ini
(Redaksi RK)
dibaca
