Rajawali Kompas

Limbah SPPG Mengalir Bebas di Sucen Jurutengah, Warga Desak DLH Bertindak “Jangan Sampai Tutup Mata”

[Foto : Aliran limbah berbusa diduga berasal dari aktivitas SPPG di wilayah Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, yang mengalir langsung ke saluran terbuka dan dikeluhkan warga karena bau menyengat serta meluber saat hujan]
Purworejo | Rajawalikompas.com – Dugaan pencemaran lingkungan di wilayah Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, kian menguat. Limbah yang diduga berasal dari aktivitas SPPG setempat disebut mengalir langsung ke saluran terbuka tanpa pengolahan memadai, memicu keresahan warga.

Dari pantauan di lapangan, aliran air tampak keruh disertai busa putih yang mengalir ke drainase. Bau menyengat tercium kuat, bahkan disebut warga semakin parah saat hujan turun hingga menyebabkan luapan ke sekitar lingkungan.

“Kalau hujan turun, limbahnya meluber. Baunya sangat menyengat dan tidak bisa ditahan. Ini jelas sangat mengganggu,” ungkap (wt) salah seorang warga.Selasa (05/05/2026)

Kondisi ini dinilai bukan sekedar persoalan kenyamanan, melainkan telah mengarah pada dugaan pencemaran lingkungan yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat. Warga khawatir jika situasi ini terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas dan sulit dikendalikan.

Sorotan kini mengarah pada sistem pengelolaan limbah di lokasi tersebut. Jika benar tidak dilakukan pengolahan sesuai standar, maka hal ini berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup yang berlaku.

Warga pun secara tegas mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purworejo untuk segera turun tangan dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi.

“Ini sudah jelas terjadi di depan mata. Kami minta DLH jangan hanya diam. Harus ada tindakan nyata, jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegas warga.

Desakan ini menjadi cerminan bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran dan ketegasan pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Penanganan yang lambat dikhawatirkan justru memperparah situasi dan menurunkan kepercayaan publik.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa penanganan serius, bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga kesehatan warga yang menjadi taruhannya. Masyarakat kini menunggu apakah dinas terkait akan benar-benar hadir, atau justru membiarkan persoalan ini berlarut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG maupun DLH setempat belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus melakukan konfirmasi serta memantau perkembangan guna memastikan adanya langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan ini.

(Tim)

Baca Juga

dibaca

3 Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

  1. Berani sekali beritakan SPPG

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai media adalah pilar negara Kesatuan Republik Indonesia kita harus bisa memberitakan dengan sesuai narasumber yang jelas sebagai contoh transparansi publik ga memandang itu program siapa dan tidak mengganggu lingkungan

      Hapus
  2. Apa salahnya beritakan sppg knp ya ko kesannya ga boleh

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama