![]() |
| [Foto : Kebocoran Pipa Utama PDAM di Raya Daendels kawasan JIIPE Manyar Gresik] |
Pekerjaan perbaikan yang dimulai pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB ini berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di wilayah kota dan sekitarnya. Manajemen memperkirakan proses perbaikan hingga normalisasi suplai air membutuhkan waktu sekitar 3 x 24 jam.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik, Kurnia Suryandi, menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kecepatan pengerjaan di lapangan.
“Estimasi pengerjaan hingga suplai air kembali normal membutuhkan waktu 3 x 24 jam. Kami berharap cuaca mendukung dan tidak terjadi hujan agar proses perbaikan berjalan lancar sesuai target,” ujar Kurnia.
Sebagai langkah antisipasi atas dampak gangguan distribusi, Perumda Giri Tirta menyiapkan layanan darurat berupa distribusi air bersih menggunakan armada tangki. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap ke wilayah-wilayah yang mengalami henti distribusi total.
Adapun wilayah terdampak mencakup sejumlah kawasan industri strategis, antara lain Kawasan Industri Maspion, Kawasan Wings, PT Suri Tani Pramuka, PT Liku Telaga, PT Garam, PT Sulvary, PT JB Koko, PT Oxzo, serta PT Smelting.
Selain kawasan industri, gangguan pasokan air juga dirasakan oleh permukiman warga di Kecamatan Manyar dan sekitarnya, meliputi Desa Pongangan, Sukomulyo, Suci, Karimun Mas, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Dinari, Giri Sedayu Pamungkas (GSP), sebagian wilayah Gresik Kota Baru (GKB), hingga kawasan perkotaan seperti Jalan Martadinata dan Jalan Gubernur Suryo.
Wilayah pesisir pun tak luput dari dampak gangguan, di antaranya Kelurahan Lumpur, Kroman, Kemuteran, Jalan Sindujoyo, serta Jalan KH Kholil.
Perumda Giri Tirta mengimbau pelanggan terdampak untuk melakukan penghematan penggunaan air selama masa perbaikan berlangsung, sembari memastikan layanan darurat terus dioptimalkan hingga distribusi kembali normal.
(Eko RK)
dibaca


