![]() |
| [Foto : Suasana khidmat Haul Akbar Mbah Buyut Sona di Karang Pakis, ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat dan doa bersama] |
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan tahunan, melainkan juga momentum spiritual untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah berjasa dalam penyebaran syiar Islam di wilayah Jombang, khususnya Desa Karang Pakis dan sekitarnya.
Sholawat Ishari yang menggema sepanjang malam menghadirkan suasana syahdu dan menyentuh hati. Ribuan jamaah larut dalam lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para ahli kubur warga Desa Karang Pakis serta para leluhur Nusantara.
Acara semakin khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Dem Yati (Lamongan), Darmawan, Gus Yudi (Jombang), dan Gus Lura Sugeng (Jombang).
Dalam tausiyahnya, para ulama menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan, menghormati perjuangan para pendahulu, serta melestarikan tradisi keagamaan sebagai bagian dari identitas masyarakat Jombang.
“Haul bukan sekadar mengenang, tetapi juga meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan Islam dengan akhlak dan kebijaksanaan,” pesan salah satu tokoh agama dalam sambutannya.
Bagi masyarakat Karang Pakis, Haul Akbar ini memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai bentuk ibadah dan doa bersama, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat dan keberkahan yang diberikan Allah SWT.
Beberapa tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini antara lain:
• Sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rahmat dan hasil bumi.
• Memohon keselamatan, ketenteraman, serta perlindungan bagi seluruh warga.
• Mempererat tali silaturahmi antarwarga agar tetap guyub dan rukun.
• Melestarikan budaya dan tradisi warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.
Panitia penyelenggara menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah arus modernisasi.
“Kami berharap masyarakat semakin kompak dan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal. Semangat gotong royong harus terus hidup,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan Wong Bejat Manfaat berkolaborasi bersama Yayasan Wong Bodho melalui Pondok Mburi Buka Pawon dengan menyediakan makan dan minum gratis untuk masyarakat umum.
Langkah ini menjadi simbol nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas tradisi keagamaan di pedesaan.
Tak lupa, masyarakat juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perjuangan Mbah Buyut Sona yang telah mensyiarkan Islam di wilayah Desa Karang Pakis dan desa-desa sekitarnya.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme. Gema Sholawat Ishari yang mengalun hingga larut malam menjadi bukti bahwa kecintaan masyarakat terhadap tradisi keagamaan dan penghormatan kepada leluhur masih tertanam kuat.
Haul Akbar ini tidak hanya menjadi peristiwa spiritual, tetapi juga refleksi sosial tentang pentingnya menjaga warisan nilai, mempererat persaudaraan, dan merawat identitas budaya di tengah perubahan zaman.
(Pan RK)
dibaca

