Sidoarjo, Rajawali Kompas - Sebuah kasus penipuan yang meresahkan terjadi di Krian, Sidoarjo, di mana seorang warga berinisial (D) mejadi korban penyadapan nomor WhatsApp. Nomor WhatsApp (D) dibajak oleh seseorang yang tidak dikenal, dan pelaku menggunakan nomor tersebut untuk menghubungi semua kontak yang ada di daftar kontak (D). Pada Rabu, (3/12/2025).
Inisial (D), korban penipuan, merasa tertipu dan dirugikan akibat ulah pelaku. Ia tidak menyadari bahwa nomor WhatsApp - nya telah disadap hingga pelaku menghubungi kontak - kontaknya.
Pelaku penipuan menggunakan taktik yang licik dengan mengirimkan link - link yang tanpa menarik, seperti undangan pernikahan, video viral, atau penawaran menarik lainnya. Ketika korban membuka link tersebut, pelaku dapat memperoleh akses ke akun WhatsApp mereka dan melakukan penipuan lebih lanjut.
Penipuan ini tidak hanya mengancam keamanan akun WhatsApp, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial dan reputasi bagi korban. Katanya".
Pelaku penipuan menggunakan nomor WhatsApp yang telah dibajak untuk menghubungi kontak - kontak (D), dan meminta uang atau informasi pribadi lainnya. Banyak dari kontak - kontak (D) yang tidak curiga dan memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi keuangan dengan pelaku.
Tips menghindari penipuan WhatsApp. Untuk menghindari menjadi korban penipuan seperti ini, masyarakat dapat melakukan beberapa hal berikut :
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah: Mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun WhatsApp untuk menambah keamanan.
2. Waspadai Pesan Suspicious: Berhati-hati terhadap pesan yang meminta informasi pribadi atau uang.
3. Jangan Mebagikan Informasi Pribadi: Jangan membagikan informasi pribadi kepada orang lain, terutama jika Anda tidak kenal mereka.
4. Laporkan ke Pihak Berwajib: Jika Anda menjadi korban penipuan, laporkan ke Pihak berwajib segera.
Masyarakat perlu waspada dan berhati-hati dalam menghadapi penipuan seperti ini. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika Anda tidak yakin tentang keamanan akun WhatsApp Anda. Dengan bekerja sama, kita dapat mencegah penipuan seperti ini terjadi di masa depan. (Wid)
dibaca
Tags
berita hari ini
