PWI LS Gelar Milad Ke-2: Kukuhkan Semangat Perjuangan dan Pelurusan Sejarah Wali Songo

[Foto : Ketua Umum PWI LS, KH. Dr. Abas, dan kasepuhan PWI LS, KH. Imaduddin. MA. TB Mughiroh,Jenderal Nur Wakhid Penasehat PWI LS, KH. Ubaidillah Tamam, serta seluruh pimpinan PWI LS]
Cirebon | Rajawali Kompas – Ormas Perjuangan Wali Songo - Laskar Sabilillah (PWI LS) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) atau Milad Ke-2 dengan penuh semangat dan kemeriahan. Organisasi massa (Ormas) ini didirikan dengan tujuan utama untuk meluruskan kembali sejarah dan perjuangan para Wali Songo di bumi Nusantara.

Acara Milad Ke-2 ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi organisasi serta perwakilan dari seluruh Indonesia. Tampak hadir Ketua Umum PWI LS, KH. Dr. Abas, dan kasepuhan PWI LS, KH. Imaduddin. MA. TB Mughiroh. Turut hadir pula Jenderal Nur Wakhid selaku Penasehat PWI LS, KH. Ubaidillah Tamam, serta seluruh pimpinan PWI LS se-Indonesia.

Suasana perayaan berlangsung sangat meriah. Para peserta dengan antusias menyanyikan lagu kebanggaan PWI LS, menunjukkan semangat yang tinggi. Dengan gerakan mengepalkan tangan yang penuh tekad, mereka menggaungkan seruan "Ya Jabbaru. Ya Koharu," sebagai simbol kekuatan dan semangat perjuangan.

Dalam sambutannya, KH. Imaduddin Utsman Al Bantani, MA menyampaikan pidato yang membakar semangat kader. Beliau menegaskan bahwa orang-orang yang bergabung dalam PWI LS bukanlah keturunan dari mereka yang menyerah, melainkan pejuang sejati.

"Kita yang masuk PWI LS bukanlah keturunan pecundang. Tetapi pejuang yang merupakan keturunan ksatria masa lalu dan kini," ujar KH. Imaduddin Utsman Al Bantani. "Mereka adalah para kesatria dan aktivis yang berjuang untuk menjaga kebenaran."

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya menjaga kemurnian silsilah dan ajaran. KH. Imaduddin Utsman Al Bantani menekankan pandangannya bahwa identifikasi keturunan Nabi Muhammad SAW harus didasarkan pada keilmuan dan bukti otentik, serta memiliki akhlak mulia seperti Rasulullah. Beliau menyebut bahwa PWI LS akan terus berupaya menjaga kesucian ajaran dan silsilah Rasulullah.

Menanggapi pihak-pihak yang berbeda pandangan, KH. Imaduddin Utsman Al Bantani mengatakan bahwa mereka yang tetap pada keyakinan lama untuk menghormati kelompok tertentu tanpa bukti yang kuat, sebaiknya di doakan. "Kita biarkan saja. Kita doakan Husnul Khotimah dan segera bertobat," katanya.

Di akhir pidatonya, KH. Imaduddin Utsman Al Bantani juga menyampaikan pandangannya terhadap organisasi keagamaan besar, menyerukan agar para pengurus melakukan introspeksi dan mengambil sikap yang tegas terhadap isu-isu kebenaran sejarah yang diperjuangkan oleh PWI LS.

(Pan)

Baca Juga

dibaca

Posting Komentar

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama

Sariyan

Pimred Rajawali Kompas. WA: 081216676968

Countact Pengaduan